Ekonomi Ala Presiden Prabowo Fokus Tingkatkan Daya Beli dan Pendapatan Masyarakat

Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menilai kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat menjadi langkah strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini menunjukkan Pemerintah menempatkan stabilisasi konsumsi rumah tangga sebagai prioritas utama,” kata Shinta.

Ia menjelaskan bahwa di tengah tekanan harga pangan dan dinamika global, kebijakan pemerintah berfungsi sebagai peredam (shock absorber) untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah.

Shinta juga menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada ketepatan sasaran, distribusi yang efektif, serta pengelolaan pasokan yang baik agar tidak menimbulkan distorsi di pasar.

Selain itu, ia menilai pentingnya penguatan sektor produksi dan efisiensi logistik guna memastikan stabilitas pasokan pangan dalam jangka panjang.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus menggencarkan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli.

Program ini menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat dengan alokasi anggaran yang signifikan, mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng, yang diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Selain itu, percepatan distribusi bantuan juga menjadi perhatian utama agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap berada dalam tren positif. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 berada di kisaran yang cukup kuat.

“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6%-5,7%,” ujar Purbaya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah tekanan global yang dipicu oleh konflik geopolitik.

Pemerintah dinilai berhasil melakukan berbagai langkah mitigasi sehingga dampak eksternal tidak terlalu signifikan terhadap aktivitas ekonomi dalam negeri.

“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah. Jadi, kita menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal,” katanya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat permintaan domestik.

Konsumsi masyarakat tetap menjadi fokus utama karena memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kombinasi antara program bantuan sosial, stabilisasi harga pangan, serta dukungan terhadap sektor usaha dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga daya beli masyarakat.

[w.R]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top