
Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat, termasuk melalui aksi demonstrasi mahasiswa, merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, penyampaian aspirasi diharapkan tetap dilakukan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan persatuan nasional serta tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan memecah belah bangsa.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan kritik merupakan elemen yang dibutuhkan pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai kebijakan. Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya menjamin kebebasan berpendapat, tetapi juga harus mampu menjaga stabilitas nasional dan kepentingan bangsa.
“Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa demokrasi tidak boleh disalahgunakan oleh kelompok tertentu yang memiliki kepentingan sempit maupun pengaruh asing. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat keamanan, diharapkan mampu menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka sekaligus kondusif.
Polri pun diminta memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara damai, namun tetap menjaga keamanan, ketertiban umum, dan penegakan hukum.
“Demokrasi kita harus berdiri di atas nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita,” tegasnya.
Sementara itu, Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI), Frans Immanuel Saragih menilai aksi demonstrasi merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi, namun pelaksanaannya harus memiliki tujuan yang jelas dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Ia menambahkan, penguatan persatuan nasional menjadi agenda yang semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
“Sekitar awal Maret, Prof. Dasco dalam sebuah kesempatan menyampaikan imbauan mengenai persatuan nasional. Ini perlu disikapi dan dilakukan segera, karena negara membutuhkan ini dilaksanakan,” ungkap Frans.
Ia menekankan seluruh elemen bangsa perlu memperkuat dialog dan kebersamaan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan kepentingan nasional. Menurutnya, semangat persatuan yang telah diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga sebagai fondasi menghadapi berbagai tantangan ke depan. (*)
