Pajak Jadi Fondasi Ketahanan Nasional, Penerimaan Semester I Tembus Rp1.035,7 Triliun

Jakarta – Kinerja penerimaan pajak pada semester I 2026 kembali mengukuhkan posisi pajak sebagai tulang punggung ketahanan nasional. Hingga akhir paruh pertama tahun ini, negara berhasil mengantongi penerimaan pajak sebesar Rp1.035,7 triliun. Angka yang setara dengan 43,9 persen dari target APBN (Rp2.357,7 triliun) ini melonjak 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini menjadi indikator kuat meningkatnya aktivitas ekonomi dan membaiknya kepatuhan serta tata kelola pajak.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, momentum pertumbuhan penerimaan pajak harus terus dijaga agar target APBN dapat tercapai secara optimal.

“Pertumbuhan ini menunjukkan fundamental ekonomi yang semakin kuat. Momentum ini harus terus dijaga agar target penerimaan dapat tercapai secara optimal. Kita harus terus berupaya menciptakan kinerja penerimaan yang berkelanjutan demi kesehatan fiskal negara,” ujarnya.

Sejalan dengan tema Hari Pajak 2026, “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh”, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat semangat gotong royong melalui kepatuhan perpajakan guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai tulang punggung APBN, penerimaan pajak membiayai berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, hingga peningkatan pelayanan publik.

Untuk menjaga tren positif penerimaan negara, DJP terus memperkuat edukasi perpajakan, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong kepatuhan sukarela wajib pajak.

“Kami ingin terus menumbuhkan kesadaran bahwa pajak merupakan wujud gotong royong seluruh elemen bangsa untuk membiayai pembangunan Indonesia,” ungkap Bimo.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kinerja APBN tetap menunjukkan kondisi yang sehat dan terkendali. Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun, termasuk penerimaan pajak sebesar Rp1.035,7 triliun yang tumbuh 24,6 persen.

“Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan belanja yang dikelola secara terukur, defisit tetap terkendali sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB,” pungkas Purbaya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top