MBG Disempurnakan, Penyaluran Kini Lebih Tepat Sasaran

JAKARTA – Pemerintah terus menyempurnakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui Badan Gizi Nasional (BGN), berbagai langkah perbaikan dilakukan mulai dari penajaman penerima manfaat, penguatan tata kelola keuangan, hingga peningkatan pengawasan di lapangan.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan pihaknya telah membentuk tim optimalisasi penyaluran MBG sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Tim ini bertugas memastikan program benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan perbaikan gizi.

“Saya seizin Kepala BGN, Pak Dadan Hindayana, kemudian membentuk tim optimalisasi untuk penyaluran MBG agar tepat sasaran, yang terdiri atas tim investigasi di bawah saya, kedeputian promosi dan kerja sama, serta kedeputian pemantauan dan pengawasan (tauwas),” ujar Nanik.

Ia menjelaskan, penyisiran penerima manfaat dimulai dari wilayah DKI Jakarta dan akan diperluas ke daerah lain. BGN juga melakukan penyesuaian kebijakan dengan tidak menyalurkan MBG ke sekolah swasta berbiaya tinggi, serta melakukan pendataan minat di sekolah negeri yang berada di kawasan heterogen.

“Dengan demikian, MBG akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang siswanya memang mau menerima dan membutuhkan. Melalui penyisiran penerima manfaat ini, BGN bisa menggunakan anggaran dengan efisien, sekaligus menghindari pemborosan uang negara,” jelasnya.

Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya potensi pemborosan, termasuk makanan yang tidak dikonsumsi siswa.

“Beberapa hari saya sengaja keliling ke beberapa sekolah di Jakarta, agak nano-nano alias sedih melihat beberapa ompreng ternyata tidak dimakan dengan alasan ‘bosan lauknya telur terus’,” tambah Nanik.

Di sisi lain, penguatan sistem keuangan juga menjadi fokus utama. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk turut mendukung penyaluran MBG melalui penggunaan layanan virtual account yang hingga kuartal I 2026 telah digunakan oleh sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan komitmen perbankan dalam mendukung program nasional.

“Bank Mandiri secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program nasional berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana menyampaikan pihaknya juga menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat pengawasan program.

“Kami akan usul penyusunan rencana aksi bersama antara BGN dengan KPK, serta melakukan pemantauan bersama untuk setiap tahapan progresnya,” kata Dadan.

Upaya penyempurnaan MBG juga diperkuat melalui keterlibatan masyarakat. Di Kota Tangerang, ratusan relawan mengikuti pelatihan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan program.

“SDM harus benar-benar bekerja dengan baik. Di sinilah pentingnya peran organisasi seperti Rel MBG,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menambahkan bahwa relawan menjadi kunci keberhasilan di lapangan.

“Relawan adalah ujung tombak di lapangan. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis program ini dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Dengan berbagai perbaikan tersebut, Program MBG diharapkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga semakin transparan, efisien, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top